Jumat, 12 Maret 2010

harapan kosong sang teman khayalan

memang berat rasanya untuk berkata  :
hai hati berperasangka baiklah
hai otak berfikirlah positif
hai bibir tetaplah tersenyum ceria

memang sulit rasanya untuk berkata :
hai bibir katakanlah sejujurnya bila rindu
hai otak katakanlah sejujurnya bila kau memikirkannya
hai hati katakanlah sejujurnya bila kau membutuhkannya

berat rasanya untuk mengatakan aku rindu
berat rasanya untuk mengakui aku resah tanpamu
berat rasanya untuk tidak berfikir kau tidak inginkan adanya diriku
berat rasanya untuk tidak menunggu
berat rasanya untuk tidak bersamamu sehari saja walaupun hanya sepatah kata

jujur adanya aku tidak meminta apa-apa
jujur adanya aku tidak berfikir lebih padamu
jujur adanya kamu telah buat hariku berwarna
jujur adanya dibalik kesunyian dan kediaman dalam dirimu, aku sangat merindukan ceritamu
jujur adanya aku tidak memanfaatkan kehebatanmu

aku rela kita tidak akan bertemu
aku rela kita hanya dibatasi oleh suatu wadah
aku rela jika kenyataannya kau tidak inginkan kehadiranku secara nyata

memang beginilah adanya nasib menjadi seorang teman khayalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar